Rabu, 27 Agustus 2008

AKU

Aku tak ingin tergolek lemah menahan sakit amarah darah

Aku tak ingin melihatnya terbujur dalam redupan kelam

Aku tak rela bila semangat itu pudar

Karena ku hanya butuh kilatan putih yang membuat tegar

Kilatan yang mungkin mampu menyibak diriku kelam

Tak tega bila melihat rintihan yang seakan memakan

Tak ingin kulihat bila harus terjaga diantara dua pilihan

Tak ingin namanya ternguak pada hati yang kian menyayang

Tak ingin semangatnya tertanam pada raga yang kian mengguncang

Tak ingin wajahnya berada pada tebaran bintang

Aku hanya ingin ia harus ada pada diri kecil yang kian mulai menyayang

Tidak ada komentar: