Aku tak ingin tergolek lemah menahan sakit amarah darah
Aku tak ingin melihatnya terbujur dalam redupan kelam
Aku tak rela bila semangat itu pudar
Karena ku hanya butuh kilatan putih yang membuat tegar
Kilatan yang mungkin mampu menyibak diriku kelam
Tak tega bila melihat rintihan yang seakan memakan
Tak ingin kulihat bila harus terjaga diantara dua pilihan
Tak ingin namanya ternguak pada hati yang kian menyayang
Tak ingin semangatnya tertanam pada raga yang kian mengguncang
Tak ingin wajahnya berada pada tebaran bintang
Aku hanya ingin ia harus ada pada diri kecil yang kian mulai menyayang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar